Ternak Masih Saja Berkeliaran di Ibu Kota, Kotoran Ternak Kotori Halaman Masjid Agung Idi

  • Share

Potret | Aceh Timur – Meski Satpol PP Aceh Terus melakukan upaya penertiban hewan ternak dalam wilayah Ibu Kota Aceh Timur. Namun pemilik ternak masih saja membandel melepaskan hewan ternak mereka di kawasan Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur. Sehingga kotoran ternak kerap mengotori halaman Masjid Agung Darussalihin Idi Rayeuk.

Pantauan Potretacehtimur.com, Sabtu (30/01/2021) pagi,  terlihat ada beberapa tumpukan kotoran ternak yang mulai mengering di lokasi halaman masjid agung, membuat pemandangan di halaman masjid agung tersebut tidak menyenangkan.

 “Selama ini masih banyak hewan ternak berkeliaran di kota Idi, selain merusak pemandangan kota, juga merugikan para pedagang sayur di pasar tradisional. Akibat ulah ternak saat malam hari, sayur pedagang juga ikut disikat, bahkan mengganggu lalu lintas di jalan umum,” kata Anggota DPRK Aceh Timur, M. Yahya Ys atau yang akrap disapa Yahya Boh Kayee kepada potretacehtimur.com

Yahya mengharapkan kepada dinas terkait untuk dapat memaksimalkan penertiban hewan ternak di wilayah ibu kota Aceh Timur. “Kita juga mengharapkan kepada masyarakat pemilik ternak untuk tidak melepaskan lagi hewan ternak, baik siang atau malam hari,” harap Politisi Partai Aceh tersebut.

Sementara itu, Kasat Pol PP Aceh Timur, Teuku Amran, SE. MM saat dikomfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, selama ini pihaknya rutin melakukan penertiban hewan ternak. Namun pemilik ternak masih saja membandel melepaskan ternak peliharaan mereka saat malam hari.

“Pihak kita berulang kali melakukan penertiban ternak, bahkan sosialisasi juga sudah menahun kita lakukan. Agar ini lebih maksimal lagi, dalam hal ini butuh dukungan semua pihak, termasuk  Keuchik sekitaran ibu kota, dan Camat Idi Rayeuk untuk segera membuat reusam gampong tetang hewan ternak ,” tegas T. Amaran.

Katanya, Satpol PP tidak dapat bekerja sendiri dalam melakukan penertiban hewan ternak.“ Pemerintah Gampong juga harus mematuhi surat edaran Bupati Aceh Timur untuk membuat reusam atau aturan gampong tetang hewan ternak, ini sangat diperlukan sebagai upaya memaksimalkan penertiban ternak,” pungkas. (*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *